SEMARANGkabarwisata.com, Simpang Lima Semarang, Mungkin masih sedikit yang menjadikan Semarang sebagai destinasi wisata. Ibu kota Provinsi Jawa Tengah ini memang kurang begitu populer kalau dibandingkan dengan kota-kota lain di Jawa. Misalnya, Bandung, Jogja, atau Malang. Tapi, ternyata Semarang juga memiliki banyak objek wisata yang layak untuk dikunjungi kalangan traveler, lho.

Bagi yang ingin merasakan suasana malam yang seru di Semarang, kamu harus mampir ke salah satu landmark paling terkenalnya, Simpang Lima. Alun-alun tersebut adalah titik kunjungan wajib di Kota Atlas.

Sejarah Simpang Lima Semarang

Mungkin banyak di antara kalian yang tidak tahu kalau alun-alun Kota Semarang awalnya tidak berlokasi di Simpang Lima. Melainkan di kawasan Kauman yang berjarak sekitar 2 km di utara tempat ini.

Sejak tahun 1938, alun-alun Kauman terus mengalami penyempitan. Pembangunan Pasar Johar dan toko-toko mengubah fungsi area ini menjadi kawasan perdagangan. Bahkan pada akhirnya, hanya Masjid Agung Kauman yang tersisa dan dilestarikan menjadi cagar budaya.

Usai kemerdekaan, Presiden Soekarno pun mengusulkan agar lokasi alun-alun dipindah. Akhirnya, didapatlah posisi yang strategis di tengah-tengah persimpangan Jl. Pandanaran, Jl. Ahmad Yani, Jl. Pahlawan, Jl. Gajah Mada, dan Jl. A. Dahlan.

Alun-alun baru ini resmi dibuka untuk publik di tahun 1969 dengan nama Lapangan Pancasila. Namun karena lokasinya yang ada di tengah persimpangan lima jalan, masyarakat lebih sering menyebutnya sebagai Simpang Lima seperti kita kenal sekarang.

Bisa Ngapain Aja di Tempat Wisata Simpang Lima Semarang?

Sudah mengetahui sejarah singkat tentang berdirinya tempat wisata Simpang Lima Semarang, sekarang saatnya mengetahui kegiatan apa saja yang bisa kamu lakukan di sana. Berikut ini daftarnya.

1. Kumpul Bareng Masyarakat Lokal dan Komunitas

Ada beberapa tipe traveller yang hobi berbaur dengan warga lokal saat mengunjungi suatu tempat. Nah, tempat wisata Simpang Lima Semarang bisa menjadi lokasi yang cocok untuk kamu yang ingin mendapatkan pengalaman tersebut.

Foto : mainsepeda.com

Soalnya, destinasi ini sering dijadikan tempat pelarian masyarakat setempat untuk melepas galau dan penat setelah menjalankan aktivitas seharian. Tak heran kalau lapangan seluas 50 m x 15 m ini sangat padat di malam hari dan akhir pekan.

Saat duduk-duduk santai di sana, cobalah membuka diri dan mengawali obrolan dengan warga yang ada. Siapa tahu kamu bisa mendapatkan informasi baru tentang kuliner nikmat atau destinasi menarik yang belum diketahui banyak orang.

Kamu pun bisa bergabung dengan komunitas-komunitas yang sering berkumpul di sana. Sebelum berangkat, coba cari tahu dulu jadwal komunitas yang sesuai dengan minatmu

2. Mejeng di Giant Letter Simpang Lima

Udah jauh-jauh sampai sana, jangan lupa mejeng di tulisan LED Simpang Lima yang ada di tepi trotoar. Upload di Instagram atau akun media sosialmu sebagai bukti kalau kamu pernah mengunjungi tempat ini.

Nggak usah malu atau takut kelihatan norak. Banyak kok, turis yang mejeng di sana demi mendapatkan gambar berlatar spot tempat wisata Simpang Lima Semarang yang cantik ini. Siapa tahu malah bisa bikin teman-temanmu mupeng kepengin ikut ke sana!

3. Foto Bareng Hantu dan Karakter

Wisata Simpang Lima Semarang – Karakter Transformer
Sumber: Instagram – ari_giong

Selain giant letter, kamu juga bisa foto bareng karakter-karakter kartun dan film yang mejeng di lapangan. Unik-unik lho, ada yang berupa Elsa dari film Frozen, robot Transformer, Doraemon, dll.

Ada juga karakter hantu khas Indonesia seperti kuntilanak dengan rambut panjang menyeramkan. Jadi, kamu nggak perlu pergi ke Lawang Sewu untuk foto dengan kuntilanak beneran. Kuntilanak di tempat wisata Simpang Lima Semarang pun tak kalah seram.

Buat foto bareng karakter-karakter ini, kamu perlu mengeluarkan biaya. Nggak mahal kok, cuma Rp5.000 aja untuk sekali foto.

Menelusuri Tempat Wisata Kuliner di Semarang yang Khas dan Legendaris
Tempat Wisata Bandungan Semarang yang Worth It Banget buat Dikunjungi
Jalan-Jalan Seru Penuh Warna di Kampung Pelangi Semarang

4. Belajar Main Inline Skate, Sepatu Roda, Hoverboard, dll

Waktu kecil nggak sempat belajar main inline skate, sepatu roda, hoverboard, dll lalu sekarang pengin? Nah, tempat wisata Simpang Lima Semarang juga bisa jadi lokasi yang sesuai untuk kamu yang ingin belajar.

Nggak perlu malu karena di sana ada banyak orang dewasa yang juga masih dalam tahap pemula. Trotoarnya pun mulus dan cukup luas. Kalau masih takut jatuh, kamu bisa belajar di rerumputan. Tapi, sudah tentu jalannya nggak semulus di trotoar.

Gimana kalau kamu nggak punya inline skate atau sepatu roda sendiri? Jangan khawatir. Di sana ada banyak yang menyewakannya dengan harga terjangkau, kok! Cukup Rp15.000 – Rp20.000 saja untuk satu jamnya.

Kalau minat menyewa, lebih baik sih bawa kaus kaki sendiri biar kamu nggak perlu pakai kaus kaki yang disediakan di sana. Kan lebih higienis dan bebas bau, gitu lho!

5. Tantang Diri Main Catur 3 Langkah Mati

Buat yang suka olahraga otak, kamu juga bisa main catur di tempat wisata Simpang Lima Semarang. Jarang-jarang kan, bisa main catur di tengah kota sama orang yang nggak kamu kenal?

Cari aja bapak-bapak yang menggelar papan catur di sepanjang trotoar. Untuk main, biasanya kamu perlu membayar Rp5.000 terlebih dahulu. Kalau menang, kamu bakal mendapatkan 2 bungkus rokok secara gratis. Tapi kalau kalah, ya ucapkan aja selamat tinggal sama duit Rp5.000-mu tadi!

Baca juga: Lagi Liburan? Yuk, Perluas Wawasanmu Soal Satwa di Kebun Binatang Surabaya!

6. Naik Becak, Mobil, & Sepeda Hias

Pergi sama anak kecil dan butuh hiburan buat mereka? Ajak aja bocah-bocah ini naik becak, mobil, dan sepeda hias yang disewakan untuk para turis di sana.

Kendaraan-kendaraan ini punya bentuk yang menarik. Ada yang seperti kereta kencana lengkap dengan kudanya, Doraemon, kereta api, dll. Biasanya, mereka juga dihiasi lampu warna-warni yang semakin menambah semarak suasana malam tempat wisata Simpang Lima Semarang di malam hari.

Nggak cuma sama anak kecil, kamu pun bisa menaikinya bareng teman-teman atau pacar. Anggap aja kamu lagi naik kereta kencana sama pangeran pujaanmu. Hmm… romantis kan?

Dengan biaya Rp35.000, kamu sudah bisa menyewa sepeda selama setengah jam. Biaya sewa becak dan mobil hias sendiri sekitar Rp40.000. Kalau dirasa terlalu mahal, coba deh keluarkan jurus menawarmu biar dapat potongan.

7. Wisata Kuliner

Kegiatan ini mungkin yang paling ditunggu-tunggu para pecinta kuliner. Yap, kamu bisa mencoba mencicipi berbagai macam makanan khas Nusantara di destinasi ini.

Di sekililing tempat wisata Simpang Lima Semarang memang terdapat pujasera tempat para pedagang menjual makanannya. Ada yang khas Semarang seperti wedang tahu, tahu gimbal, soto bokoran, lumpia, dll; ada pula khas daerah lain seperti soto Lamongan dan coto Makassar.

Banyak kan, pilihan makanan di sana? Jadi dalam satu hari, kamu bisa mencoba mencicipi berbagai macam makanan sekaligus.

Asyiknya lagi, umumnya para penjual di sana sudah menempelkan daftar harganya. Jadi, nggak perlu takut harganya akan dikatrol seperti yang sering ditemui di tempat wisata lain.

Yang perlu diingat, para pedagang umumnya baru membuka lapak setelah pukul 16.00 WIB. Jadi kalau ingin wisata kuliner, lebih baik datanglah di sore atau malam hari.

Mau naik kendaraan pribadi maupun umum, alamat Simpang Lima Semarang tergolong mudah dijangkau. Berikut ini rutenya.

Kendaraan Pribadi

Dari Yogyakarta, kamu bisa lewat Magelang – Bawen, Magelang – Kopeng, maupun Klaten – Boyolali – Salatiga. Meski jarak tempuhnya hampir sama, yakni sekitar 126 – 133 km, rute Klaten – Boyolali – Salatiga termasuk yang paling cepat.

Pasalnya, dari Salatiga kamu sudah bisa masuk jalur tol sampai Semarang. Cukup ikuti ruas Tol Salatiga – Bawen, masuk Tol Semarang – Solo, Tol Tembalang – Ungaran, Tol Srondol – Jatingaleh, – Tol Tanjung Emas – Srondol, dan keluar di Gerbang Tol Gayamsari.

Lalu, belok kanan menuju Jl. Majapahit. Lurus terus hingga kamu menemukan lapangan besar. Itulah Lapangan Pancasila alias Simpang Lima Semarang.

Kalau kamu berasal dari arah barat seperti Jakarta, Cirebon, atau Pemalang, tinggal ikuti jalur Pantura sampai masuk di Jl. Walisongo Semarang.

Lurus terus sampai bertemu Jl. Siliwangi dan melewati Kantor Imigrasi Semarang. Di Bundaran Kalibanteng, ambil jalan keluar ke-3 menuju Jl. Jenderal Sudirman.

Masih lurus, setelah jembatan kamu akan masuk di Jl. Mgr. Sugiyopranoto. Ambil belokan ke kiri pertama setelah Lawang Sewu.

Kendaraan Umum

Naik BRT Trans Semarang merupakan cara termudah untuk mencapai Simpang Lima. Selain itu, ongkosnya juga murah, yakni Rp3.500 hingga ke tempat tujuan selama kamu tidak keluar dari shelter.

Dari Bandara Ahmad Yani, naiklah koridor IV dan turun di shelter Karang Ayu. Lalu, oper koridor I menuju arah Penggaron dan turun di shelter Mal Ciputra.

Di shelter Karang Ayu, kamu juga bisa naik angkot Karang Ayu – Penggaron. Tapi, berarti kamu harus membayar lebih untuk angkot. Tarifnya sendiri sekitar Rp3.500 – Rp4.000 tergantung sopir.

Dari Stasiun Tawang, caranya hampir mirip. Yakni naik BRT koridor IV lalu oper ke koridor I. Namun, kamu lebih baik oper di Balai Kota karena harus memutar dulu sebelum melewati Karang Ayu.

Sementara itu, dari Stasiun Poncol dan Pelabuhan Tanjung Emas caranya sama. Tinggal naik BRT koridor III dan turun di Mal Ciputra.

Berangkat dari Terminal Penggaron dan Mangkang juga tak kalah mudah. Karena di sana sudah ada BRT koridor I yang langsung menuju Penggaron.

Berbeda lagi kalau kamu memulai perjalanan dari Terminal Terboyo. Kamu harus naik koridor II dan turun di Balai Kota, baru oper ke koridor I.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here