SEMARANG – kabarwisata.com Sejumlah tempat pemungutan suara (TPS) di Kota Semarang menggunakan cara unik, untuk menarik antusiasme warga menggunakan hak pilih dalam Pilkada Kota Semarang. Salah satunya di TPS 9 menyuguhkan konsep pasar tradisional. TPS 9 didesain sedemikian rupa, hingga ramai dengan beragam dagangan pasar.

Ketua KPPS pada TPS 9 Peterongan, Valentinus Gana Putranto, mengaku ada misi dari tema TPS yang diusung. Gana, sapaan akrabnya, ingin mengampanyekan esksitensi pasar tradisional ke pemilih yang datang ke TPS 9.

“Kita mau kampanye ke warga bahwa pasar tradisional masih eksis dan layak dikunjungi dengan protokol kesehatan,” ujar Gana.

TPS 9 mengusung konsep pasar tradisional karena berlokasi dekat dengan Pasar Peterongan. TPS ini persis terlekak beberapa ratus meter dari belakang Pasar Peterongan.

Untuk bisa menampilkan suasana pasar tradisional, petugas KPPS mendesain TPS 9 dengan beragam perabot dagangan pasar. Misalnya, tabung gas, kelapa, peti telor, dan lain-lain.

“Properti-properti ini pinjaman. Karena memang petugas KPPS di sini juga ada yang bekerja sebagai pedagang,” jelas Gana.

Selain itu, semua petugas KPPS juga mendandani diri lazimnya pegangan pasar. Bagi petugas laki-laki, mengenakan baju surjan dan ikat kepala, sementara petugas perempuan mengenakan kebaya dan kain jarik.

“Semua punya peran masing-masing. Target kita lebih menarik kehadiran masyarakat datang ke TPS untuk salurkan hak pilih,” ungkap Gana.

Pantauan Medcom.id, suasana pasar terasa di TPS 9. Sementara itu, pemilih yang sudah mencoblos juga diberi oleh-oleh jajanan pasar dari TPS 9.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here