SEMARANGkabarwisata.com Rasa bangga dan senang dirasakan oleh Yashinta Novia Mayasari, keinginannya untuk bisa menjadi bagian dalam memajukan kesenian melalui lembaga pemerintah akhirnya tercapai. Resmi tercatat sebagai pegawai negeri sipil (PNS) sejak Februari lalu di lingkungan Kementerian Pariwisata sebagai langkah awal membesarkan seni yang dicintainya, menari.

“Dari dulu saat mulai mengenal seni tari di Sanggar Greget, aku tertarik bagaimana mengembangkan seni tari agar bisa lebih merakyat di masyarakat dan mendapat kepedulian lebih oleh pemerintah,” ujar dara kelahiran Semarang 25 November 1992.

Yashinta yang kini juga bertindak sebagai pengelola Sanggar Greget merasa sangat beruntung aras anugerah tersebut. Menurut putri ke tiga pasangan Sulasi dan Anis Setyaningsih ini, cita-cita untuk berada dilingkungan kementerian pariwisata adalah keinginan sedari dulu. Bahkan ia menginginkan posisi sebagai menteri pariwisata.

“Indonesia kaya akan budaya dan seni, apalagi banyaknya jenis tarian asli daerah. Sangat di sayangkan jika terbiarkan begitu saja. Perlu sebuah keinginan kuat dan tekad untuk memajukan seni tari Indonesia, dan yang bisa adalah Menteri Pariwisata,” jelas alumnus FISIP undip 2014 ini.

Sebagai pelaku seni, ia tahu benar kondisi dilapangan terkait posisi kesenian tari, sebenarnya sangat dikagumi oleh para orang manca. Hal tersebut terbukti diberbagai even internasional yang sering ia ikuti bersama Sanggar Greget Semarang.

“Kita sering ikut even di luar negeri mewakili Indonesia, dan apresiasi para audiens akan keindahan tarian Indonesia sangat luar biasa,” terang penghobi menulis ini.

Meski bisa dikatakan sukses meraih impiannya, Yashinta Novia Mayasari tetap tak akan melupakan jasa-jasa orang yang membenarkannya saat ini, terutama sanggar tarinya. Ia mengambil pepatah jika sebagai kacang yang tak akan lupa pada kulitnya.

“Sanggar Greget tetap menjadi bagian hidup saya, setiap akhir pekan akan balik ke Semarang untuk mengajar tari di Sanggar. Karena ditempat inilah awal mula saya ditempa akan rasa cinta terhadap seni menari,” tukas perempuan berposisi Tata Laksana di Kementerian Pariwisata ini. (seven)

LEAVE A REPLY