SEMARANG, kabarwisata.com – Kota lama Semarang semakin asyik untuk hangout. wisatawan kini tak hanya berkeliling melihat gedung tua saja, nongkrong santai pun kini bisa menjadi pilihan. Cobalah sambangi Caffe Tekodeko Koffiehuis.

Kafe ini seakan menghidupkan bangunan tua bersejarah karena dikonsep dengan resto dan bistro yang unik dan khas retro klasik.

Terletak di Jalan Letjend Suprapto 44, persis didepan Polsekta Semarang Utara atau Unit Satlantas Kota Semarang.

Kafe ini hadirkan suasana santai, cocok bagi anda yang mencari tempat untuk sekedar nongkrong. Pasalnya bangunan Tekodeko memiliki ciri khas dibandingkan dengan bangunan disekitarnya.

Tekodeko Koffiehuis memiliki suasana yang nyaman dengan desain ruangan yang menawan. Lampu-lampu kuning menggantung di bagian atasnya, membuat suasana di Tekodeko menjadi asyik dan bikin pelanggan jadi betah untuk duduk berlama-lama.

“Diambil dari nama Kalau nama Teko yang artinya tempat air minum, dan Deko diambil dari kata Dekorasi yang berarti tata ruang dari sebuah bangunan. Saya ingin memberi kesan kepada pelanggan, jadi bisa disebut juga rumah kopi,” kata pemilik Tekodeko Koffiehuis, Roni.

Diceritakannya, ada alasan dibalik penamaannya ini, ingin menghadirkan ragam etnis dan budaya yang ada di kota Semarang yakni kopi akulturasi Semarang. Seperti dalam lima jenis yakni sajiannya, ada Kopi Gendhis, Kopi Londho, Kopi Arab, Kopi Cheng Li, dan Kopi Kota Lama.

“Pengunjung yang datang ke Kafe Tekodeko umumnya memesan Kopi Arab, Kopi Gendhis dan Kopi Kota Lama sebagai favoritnya,” ujarnya.

Kebanyakan kopi lainya, kopi disajikan biasanya hanya saja khas tersendiri disajikan, seperti Caffe Latte atau lainnya dengan perbedaan di beberapa bahannya.

“Munculnya kopi-kopi ini melalui proses trial and eror, yang jelas memang ingin menghadirkan ragam budaya kota semarang melalui kopi,” terangnya.

Barista Tekodeko Koffiehuis, Lina, menjelaskan kopi-kopi yang dibuatnya memiliki ciri khas rasanya masing-masing. Seperti Kopi Arab, ia terletak pada paduan rempah dengan kopi yang direbus bersamaan. Biji kopi yang digunakan adalah Java Mocha, namun pelangan juga diperkenankan untuk mengganti jenis biji kopi yang dipakai.

“Karena kopinya kan digiling jadi gak masalah kalau pengin ganti biji kopinya. Rempah yang dipakai ada Kapulaga, cengkeh, jahe, dan kayu manis sebagai pemanis di cangkirnya,” jelaanya.

Waktu yang pas untuk menikmati Kopi Arab ini adalah malam hari. sebab, campuran jahe dan kapulaga memberikan sensasi hangat bagi penikmatnya. Dalam penyajiannya, Kopi Arab ini diberi camilan kecil berupa kue kurma sehingga menambah kesan Arab pada kopi tersebut.

Sementara, Kopi Gendhis mirip Caffe Latte, perbedaan besar digunakan dengan memadukan sirup gula jawa serta toping burnt caramel diatasnya.

“Secara umum kopi Gendhis itu ya espresso dan susu yang sudah di steam dulu, tapi kita tambahkan sirup gula jawa dan diatasnya juga dikasih gula jawa trus dibakar. Jadi lebih manis tapi lembut,” bebernya.

Lina mengatakan, Kopi ini cocok bagi mereka yang ingin minum kopi namun tidak terlalu pahit. Sebab, selain telah tercampur dengan susu, kopi ini masih ditambahkan gula jawa sehingga rasa kopinya tidak terlalu kuat namun manisnya lembut.

“Biasanya sih yang pesen (Kopi Gendhis) lebih banyak dingin, soalnya lebih seger. Anak muda juga umumnya,” imbuhnya.

Kopi ketiga yang adalah kopi Kota Lama, kopi ini lebih mirip dengan kopi tubruk. Mulai dari penyajiannya, hanya rasanya saja yang sedikit berbeda. Hal itu karena penambahan susu dan tergantung pada biji kopinya.

“Dinamai kopi Kota Lama, karena yang empat etnis yang ada di Semarang. Nah ini semacam untuk mengingatkan lagi, orang jaman dulu kalau minum kopi ya kopi tubruk, makanya disebut kopi kota lama,” paparnya.

Jika Anda ingin merasakan ngopi outdoor sambil ditemani angin sepoi-sepoi, Anda bisa naik ke lantai dua. Kursi-kursi sudah disiapkan untuk pelanggan yang ingin ngopi di luar ruangan. Baik indoor ataupun outdoor, keduanya memiliki spot terbaik untuk digunakan berswafoto.

Untuk harga, kopi-kopi tersebut dijual mulai harga Rp 24 ribu hingga Rp 26 ribu. Tekodeko Koffiehuis buka setiap hari senin-kamis mulai pukul 09:00 hingga 22:00 WIB, sedangkan sabtu dan minggu, mulai pukul 09:00 dan tutup pukul 23:00 WIB. (aaw)

LEAVE A REPLY