Bagi-bagi Sampling Food untuk di Review

SEMARANG – Bagi para penggila kuliner tak salah bergabung pada komunitas Kuliner Semarang Guyub Sedulur. Tak hanya mewadahi penikmat doyan makanan saja, para pembuat makanan pun bisa bergabung terutama mereka yang pemula dalam membuat aneka jenis kuliner.

Nama Guyub Sedulur sengaja diberikan sebagai lambang kebersamaan antar anggota. Dimana akan dipertemukan dalam kopi darat yang diadakan satu minggu sekali.

“Istilahnya sampling makanan dalam kopi darat. Kita pertemukan antar vendor dengan para penikmat. Jadi yang mencicipi makanan orang lain untuk menilai dan mereview soal rasa makanan tersebut,” ujar pengurus Kuliner Semarang Guyub Sedulur yang disapa Koh Liem.

Sampling food dilakukan diberbagi tempat keramaian seperti di Taman Menteri Supeno, depan Gedung Grapari Telkomsel, dan beberapa taman kota. Para vendor akan membawa makanan yang mereka buat untuk dimakan dan dicicipi bersama-sama. Ada pizza, lunpia, gethuk, bubur, manisan, sampai minuman tradisional Liang The.

“Anggota kita kebanyakan pemula. Disinilah keguyuban kita, mereka kita ajak untuk mengemnbangkan pengalaman berbisnis dan bagimana pemasarannya,” tambahnya.

Koh Liem menyampaikan, para vendor kuliner pemula ini akan bisa mengembangkan dunia kulinernya mulai dari rasa, kemasan dan pemasaran melalui komunitas ini. Saat ini, ia melihat jika para vendor kuliner di Semarang masih kesulitan dalam mengembangkan bisnis kulinernya dan belum ada wadah yang ramah pada pemain baru. 

“Banyak komunitas kuliner di Semarang. Namun banyak juga yang terkadang meremehkan vendor kuliner baru, nah kita akan memfasilitasi mereka dengan pelatihan dan pemasaran jaringan,” tuturnya.

Dalam akun media sosialnya terutama Facebook, memiliki sekitar 12 ribu follower, padahal baru dibentuk 9 Maret kemarin, dengan bermacam anggota baik itu vendor kulimer atau sekedar penikmat saja. Untuk mempromosikan produk, biasanya akan ada review makanan dari tiap anggota yang pernah merasakan kuliner tersebut.

“Kita pergunakan medsos sebagai review kuliner, mulai dari tempat, rasa, harga dan nama-nama kuliner yang dinikmati terus diuplod foto dan video. Dan terbukti, banyak yang semula hanya coba-coba kini berkembang telah menerima pesanan,” bebernya.

Dikatakan Koh Liem, komunitas kuliner Semarang Guyub Sedulur kedepannya akan dijadikan sebagai media referensi dalam mencari kuliner makanan di Semarang oleh siapa saja. “Selain mengangkat kuliner rumahan menjadi bisnis mumpuni, juga mengajak orang lain untuk datang ke Semarang tak hanya wisata tempat tapi juga wisata kuliner,” tukasnya. (aaw)

LEAVE A REPLY