SEMARANG, kabarwisata.com – Siapa yang tak kenal martabak ? kudapan sejuta umat ini pasti diburu setiap saat. Apalagi martabak manis dengan aneka rasa dan toping yang menggoda.

Salah satunya outlet Markobar milik anak sulung Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka, yang sudah tiga tahun terakhir menjalani bisnis martabak modifikasi aneka rasa. Kuliner ini terus eksis dijalani hingga saat ini dengan cabang di kota-kota besar.

Keunggulan martabak Markobar adalah beragam taburan atau yang lebih dikenal dengan toping yang bisa dijumpai di seloyang martabak.

Tiap taburan, mewakili rasa yang berbeda. Tidak hanya taburan rasa yang umum ditemui di martabak konvensional seperti keju, meses. Tetapi juga rasa lain yang lebih kekinian seperti greentea, Nutella, Chuncky Bar, KitKat, Oreo, dan masih banyak lagi. 

Untuk memboyong seloyang martabak kekinian ala Markobar pun cukup variatif. Mulai dari Rp 40-100 ribu per loyangnya. Harga setiap menu martabak pun tergantung dari kombinasi toping yang diinginkan.

Buah kreativitas Markobar mendapat sambutan positif dari masyarakat. Modifikasi martabak dengan beragam rasa yang sebelumnya tak ditemukan di seloyang martabak, rupanya mampu menarik minat masyarakat dari yang semula sekadar penasaran hingga menjadi pelanggan setia.

Terbukti, rata-rata setiap outlet Markobar bisa menjual hingga 50 loyang perhari dengan omzet hingga Rp 2-5 juta per hari untuk 1 outlet.

“Ya 50 loyang lah per hari. Martabak kita antara Rp 40-100 ribu per loyang. Omzet tinggal dikalikan saja,” ungkap Arif sang pencipta pertama sebelum bertekanan dengan Gibran di 2015.

Jadi kisaran omzetnya adalah Rp 2 juta hingga Rp 5 juta per hari.

Selain rasa yang menggoyang lidah, kunci keberhasilan Markobar adalah pada kreativitas penyajian martabak yang dijual. Penggunaan kemasan, hingga desain otlet yang unik menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat.

Bicara soal desain outlet, Markobar punya cara unik dari mulai memanfaatkan bekas kontainer hingga bermain dengan dekorasi tenda yang unik. Situasi itulah yang dimanfaatkan anak muda tak hanya datang ke tempat makan bersantap, tapi juga bersosialisasi terlebih berswafoto.

Kombinasi antara kreativitas menyajikan makanan yang menggoyang lidah dengan desain otlet yang unik, terbukti ampuh membuat bisnis martabak Markobar berkembang hingga saat ini.

Tercermin dari semula hanya satu outlet, kini Markobar sudah memiliki 26 outlet yang tersebar di 15 kota di Indonesia, tiga diantaranya, Jakarta, Palembang, Bekasi, Semarang, Solo, Yogyakarta dan kota lainnya. (aaw)

Foto : IG markobar

LEAVE A REPLY